sprinkle

Senin, 29 Oktober 2012

Membuat Garis Horizontal, Vertikal dan Diagonal dengan Opengl

Sedikit Tentang OpenGL 

OpenGL (Open Graphics Library) adalah spesifikasi standar yang mendefinisikan sebuah lintas-bahasa, lintas platform API untuk mengembangkan aplikasi yang menghasilkan grafis komputer 2D maupun 3D. Antarmuka terdiri dari lebih dari 250 panggilan fungsi yang berbeda yang dapat digunakan untuk menggambar tiga dimensi yang adegan-adegan kompleks dari bentuk-bentuk primitif sederhana. OpenGL dikembangkan oleh Silicon Graphics Inc (SGI) pada tahun 1992 dan secara luas digunakan dalam CAD, realitas maya, visualisasi ilmiah, visualisasi informasi, dan simulasi penerbangan. Hal ini juga digunakan dalam video game, di mana bersaing dengan Direct3D on Microsoft Windows platform (lihat vs OpenGL Direct3D). OpenGL dikelola oleh sebuah teknologi konsorsium nirlaba yaitu Khronos Group.

Pada mata kuliah Grafik Komputer dan Pengolahan Citra saya mendapat tugas untuk membuat garis horizontal, garis vertikal, dan garis diagonal pada OpenGL. Jika sudah menginstal Dev C++ dan header openGL, maka kita akan mencoba untuk membuat file baru, caranya yaitu :
1. Klik menu File > Pilih New > Project.
2. Pilih tag Multimedia > lalu klik openGL dan beri nama Project.

Setelah itu kita membuat garis horizontal, vertikal dan diagonal sesuai tugas yang sudah diberikan. Berikut penjelasannya :

Membuat Garis Horizontal

      Untuk membuat garis horizontal kita akan menuliskan source kodenya pada bagian yang bertuliskan /* OpenGL animation code goes here */. Berikut kodingnya :


Source code untuk program garis horizontal :

glClearColor (0.0f, 0.0f, 0.0f, 0.0f);
glClear (GL_COLOR_BUFFER_BIT);
glPushMatrix ( );
glClearColor (1,1,1,0);
glColor3f (1,1,1); //
glBegin(GL_LINES);
glVertex3f(-0.6f, 0.0f, 0.0f);
glVertex3f(0.6f, 0.0f, 0.0f);
glEnd ( );
glPopMatrix ( );
SwapBuffers (hDC);
Sleep(1);
}
}

Setelah semua source code sudah diketik. Maka program dapat di compile dan dijalankan. Berikut hasil dari source code tadi :


Membuat Garis Vertikal

        Untuk membuat garis vertikal kita akan menuliskan source kodenya pada bagian yang bertuliskan /* OpenGL animation code goes here */. Berikut kodingnya :

Source code untuk program garis vertikal :

glClearColor (0.0f, 0.0f, 0.0f, 0.0f);
glClear (GL_COLOR_BUFFER_BIT);
glPushMatrix ( );
glClearColor (1,1,1,0);
glColor3f (1,1,1); //
glBegin(GL_LINES);
glVertex3f(0.10,10.0,13.13);
glVertex3f(0,0,0.0);
glEnd ( );
glPopMatrix ( );
SwapBuffers (hDC);
Sleep(1);
}
}

Setelah semua source code sudah diketik. Maka program dapat di compile dan dijalankan. Berikut hasil dari source code tadi :


Membuat Garis Diagonal

         Untuk membuat garis diagonal kita akan menuliskan source kodenya pada bagian yang bertuliskan /* OpenGL animation code goes here */. Berikut kodingnya :


Source code untuk program garis diagonal :

glClearColor (0.0f, 0.0f, 0.0f, 0.0f);
glClear (GL_COLOR_BUFFER_BIT);
glPushMatrix ( );
glClearColor (1,1,1,0);
glColor3f (1,1,1)
glBegin(GL_LINES);
glVertex3f(0,0,-0.8);
glVertex3f(9.9,8.9,0.1);
glEnd ( );
glPopMatrix ( );
SwapBuffers (hDC);
Sleep(1);
}
}

Setelah semua source code sudah diketik. Maka program dapat di compile dan dijalankan. Berikut hasil dari source code tadi:


 Sekian yang bisa saya kerjakan untuk memenuhi tugas kuliah Grafik Komputer dan Pengolahan Citra. Maaf apabila banyak kesalahan dan kekurangan. Terima Kasih :)

Jumat, 30 Maret 2012

KEBIJAKAN MONETER

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kebijakan moneter dan kebijakan fiskal satu sama lain saling berpengaruh dalam kegiatan perekonomian. Masing – masing variabel kebijakan tersebut, kebijakan fiskal dipengaruhi oleh dua variabel utama, yaitu pajak (tax) dan pengeluaran pemerintah (goverment expenditure). Sedangkan variabel utama dalam kebijakan moneter, yaitu GDP, inflasi, kurs, dan suku bunga. Berbicara tentang kebijakan fiskal dan kebijakan moneter berkaitan erat dengan kegiatan perekonomian empat sektor, dimana sektor – sektor tersebut diantaranya sektor rumah tangga, sektor perusahaan, sektor pemerintah dan sektor dunia internasional / luar negeri. Ke-empat sektor ini memiliki hubungan interaksi masing – masing dalam menciptakan pendapatan dan pengeluaran.
Krisis global saat ini jauh lebih parah dari perkiraan semula dan suasana ketidakpastiannya sangat tinggi. Kepercayaan masyarakat dunia terhadap perekonomian menurun tajam. Akibatnya, gambaran ekonomi dunia terlihat makin suram dari hari ke hari walaupun semua bank sentral sudah menurunkan suku bunga sampai tingkat yang terendah. Tingkat bunga yang sedemikian rendahnya itu justru menyebabkan ruang untuk melakukan kebijakan moneter menjadi terbatas, sehingga pilihan yang tersedia hanya pada kebijakan fiskal. Menurut Mohamad Ikhsan, negara-negara yang tergabung dalam G-20 dalam komunike bersamanya baru-baru ini sepakat mendorong lebih cepat ekspansi kebijakan fiskal minimal 2 persen dari produk domestik bruto untuk memulihkan perekonomian dunia. Meskipun secara teoretis kebijakan fiskal dapat berfungsi sebagai stimulus perekonomian, dalam pelaksanaannya sering kali terdapat hambatan. Hambatan ini dirasakan terutama di negara berkembang.
 B. Rumusan masalah
Dari latar belakang di atas dapat di buat beberapa rumusan masalah yaitu antara lain:
  1. Definisi kebijakan moneter
  2. Hubungan antara kebijakan fiskal dan moneter
C. Tujuan
  1. Agar lebih memahami tentang kebijakan moneter
  2. Serta mempermudah pembaca memahami hubungan kebijakan fiskal dan moneter

 II. TEORI

Kebijakan Moneter adalah suatu usaha dalam mengendalikan keadaan ekonomi makro agar dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan melalui pengaturan jumlah uang yang beredar dalam perekonomian. Usaha tersebut dilakukan agar terjadi kestabilan harga dan inflasi serta terjadinya peningkatan output keseimbangan.
Dengan kata lain, Kebijakan moneter adalah proses di mana pemerintah, bank sentral, atau otoritas moneter suatu negara kontrol suplai uang, ketersediaan uang, dan biaya uang atau suku bunga untuk mencapai menetapkan tujuan berorientasi pada pertumbuhan dan stabilitas ekonomi.
Kebijakan Moneter bertumpu pada hubungan antara tingkat bunga dalam suatu perekonomian, yaitu harga di mana uang yang bisa dipinjam, dan pasokan total uang. Kebijakan moneter menggunakan berbagai alat untuk mengontrol salah satu atau kedua, untuk mempengaruhi hasil seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, nilai tukar dengan mata uang lainnya dan pengangguran. Dimana mata uang adalah di bawah monopoli penerbitan, atau dimana ada sistem diatur menerbitkan mata uang melalui bank-bank yang terkait dengan bank sentral, otoritas moneter memiliki kemampuan untuk mengubah jumlah uang beredar dan dengan demikian mempengaruhi tingkat suku bunga (untuk mencapai kebijakan gol).
Untuk mencapai tingkat inflasi rendah, pembuat kebijakan harus memiliki pengumuman kredibel, yaitu agen-agen swasta harus percaya bahwa pengumuman ini akan mencerminkan kebijakan masa depan yang sebenarnya. Jika pengumuman tentang target inflasi yang rendah tingkat dibuat tetapi tidak diyakini oleh agen-agen swasta, penetapan upah akan mengantisipasi tingkat inflasi yang tinggi dan upah akan semakin tinggi dan inflasi akan meningkat. Sebuah upah yang tinggi akan meningkatkan permintaan konsumen ( demand pull inflation ) dan biaya sebuah perusahaan ( cost push inflation ), sehingga inflasi meningkat. Oleh karena itu, jika pengumuman seorang pembuat kebijakan tentang kebijakan moneter yang tidak dapat dipercaya, kebijakan tidak akan memiliki efek yang diinginkan.
Pengumuman dapat dilakukan kredibel dalam berbagai cara. Salah satunya adalah untuk mendirikan bank sentral yang independen dengan target inflasi yang rendah (tapi tidak ada target output). Oleh karena itu, agen-agen swasta tahu bahwa inflasi akan rendah karena sudah diatur oleh badan independen. Bank-bank sentral dapat diberikan insentif untuk memenuhi target (misalnya, anggaran yang lebih besar, bonus upah untuk kepala bank) untuk meningkatkan reputasi dan sinyal komitmen yang kuat untuk tujuan kebijakan. Reputasi merupakan elemen penting dalam pelaksanaan kebijakan moneter. Tapi gagasan reputasi tidak harus bingung dengan komitmen.

III. PEMBAHASAN

A. Jenis-jenis kebijakan moneter
Dalam prakteknya, untuk menerapkan semua jenis kebijakan moneter alat utama yang digunakan adalah memodifikasi jumlah uang primer yang beredar. Otoritas moneter melakukan hal ini dengan membeli atau menjual aset keuangan (biasanya kewajiban pemerintah). Ini operasi pasar terbuka berubah baik jumlah uang atau likuiditas (jika bentuk cair kurang dari uang yang dibeli atau dijual). The multiplier effect perbankan cadangan fraksional memperkuat dampak dari tindakan transaksi pasar konstan oleh otoritas moneter memodifikasi pasokan mata uang dan ini dampak variabel pasar lain seperti suku bunga jangka pendek dan nilai tukar.
  1. Inflasi penargetan
Berdasarkan pendekatan kebijakan target adalah untuk menjaga inflasi , di bawah sebuah definisi tertentu seperti Indeks Harga Konsumen , dalam kisaran yang diinginkan. Target inflasi ini dicapai melalui penyesuaian berkala kepada Bank Sentral suku bunga target. Tingkat bunga yang digunakan adalah umumnya tingkat antar bank di mana bank meminjamkan kepada satu sama lain semalam untuk keperluan arus kas. Tergantung pada negara ini tingkat bunga tertentu yang bisa disebut uang bunga atau sesuatu yang serupa.
Target suku bunga dipertahankan untuk jangka waktu tertentu menggunakan operasi pasar terbuka. Biasanya durasi bahwa target suku bunga dipertahankan konstan akan bervariasi antara bulan dan tahun. Target suku bunga biasanya ditinjau secara bulanan atau kuartalan oleh komite kebijakan. Penargetan inflasi pendekatan untuk pendekatan kebijakan moneter ini dipelopori di Selandia Baru. Hal ini saat ini digunakan di Australia , Brazil , Kanada , Chile , Kolombia , yang Republik Ceko , Selandia Baru , Norwegia , Islandia , Filipina , Polandia , Swedia , Afrika Selatan , Turki , dan Inggris.
 2. Harga Penargetan Tingkat
Harga penargetan tingkat mirip dengan inflation targeting kecuali bahwa pertumbuhan CPI dalam satu tahun atas atau di bawah target tingkat harga jangka panjang adalah offset pada tahun-tahun berikutnya sehingga tingkat harga yang ditargetkan tercapai dari waktu ke waktu, misalnya lima tahun, memberikan kepastian lebih lanjut tentang masa depan kenaikan harga kepada konsumen. Dalam inflation targeting apa yang terjadi pada tahun-tahun terakhir segera tidak diperhitungkan atau disesuaikan dalam tahun berjalan dan masa depan.
 3. Agregat Moneter
Pada 1980-an, beberapa negara menggunakan pendekatan yang didasarkan pada pertumbuhan konstan dalam jumlah uang beredar. Pendekatan ini disaring untuk memasukkan kelas yang berbeda dari uang dan kredit (M0, M1 dll). Di Amerika Serikat ini pendekatan kebijakan moneter dihentikan dengan pemilihan Alan Greenspan sebagai Ketua Fed.  Pendekatan ini juga kadang-kadang disebut monetarisme . Sementara kebijakan yang paling moneter berfokus pada sinyal harga satu bentuk atau lain, pendekatan ini difokuskan pada jumlah moneter.
 4. Nilai Tukar Tetap
Kebijakan ini didasarkan pada mempertahankan nilai tukar tetap dengan mata uang asing. Ada berbagai tingkat nilai tukar tetap, yang dapat peringkat dalam kaitannya dengan cara kaku kurs tetap adalah dengan bangsa jangkar.
Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :
1. Kebijakan Moneter Ekspansif / Monetary Expansive Policy Adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang beedar.
2. Kebijakan Moneter Kontraktif / Monetary Contractive Policy Adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang beredar. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policy).
Kebijakan moneter dapat dilakukan dengan menjalankan instrumen kebijakan moneter, yaitu antara lain :
1. Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation)
Operasi pasar terbuka adalah cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah (government securities). Jika ingin menambah jumlah uang beredar, pemerintah akan membeli surat berharga pemerintah. Namun, bila ingin jumlah uang yang beredar berkurang, maka pemerintah akan menjual surat berharga pemerintah kepada masyarakat. Surat berharga pemerintah antara lain diantaranya adalah SBI atau singkatan dari Sertifikat Bank Indonesia dan SBPU atau singkatan atas Surat Berharga Pasar Uang.
2. Fasilitas Diskonto (Discount Rate)
Fasilitas diskonto adalah pengaturan jumlah duit yang beredar dengan memainkan tingkat bunga bank sentral pada bank umum. Bank umum terkadang mengalami kekurangan uang sehingga harus meminjam ke bank sentral. Untuk membuat jumlah uang bertambah, pemerintah menurunkan tingkat bunga bank sentral, serta sebaliknya menaikkan tingkat bunga demi membuat uang yang beredar berkurang.
3. Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio)
Rasio cadangan wajib adalah mengatur jumlah uang yang beredar dengan memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada pemerintah. Untuk menambah jumlah uang, pemerintah menurunkan rasio cadangan wajib. Untuk menurunkan jumlah uang beredar, pemerintah menaikkan rasio.
4. Himbauan Moral (Moral Persuasion)
Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi. Contohnya seperti menghimbau perbankan pemberi kredit untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kredit untuk mengurangi jumlah uang beredar dan menghimbau agar bank meminjam uang lebih ke bank sentral untuk memperbanyak jumlah uang beredar pada perekonomian.
Bagi negara sedang berkembang sebenarnya sulit untuk menyesuaikan antara pendapatan negara yang sedang berkembang rendah sedangkan kebutuhan untuk menyediakan barang dan jasa serta membelanjai pengeluaran yang lainya lebih besar. Sedangkan kebijakan campuran adalah merupakan campuran daari dua kebijakan bdiatas yang di lakukan dengan cara mengubah pengeluaran, pengenaan pajak ataupun jumlah uang yang beredar secara bersama-sama.
B. Hubungan Antara Kebijakan Fiskal Dan Moneter
Sebagaiman kita ketahui bahwa kebijakan moneter akan mempengaruhi pasar uang dan pasar surat berharga, dan pasar uang dan surat berhargta itu akan menentukan tinggi rendahnya tingkat bunga, dan tingkat bunga akan memperngaruhi tingkat agregat. Kebijakan fiskal akan mempunyai pengaruh terhadap permintaan dan penawaran agregat, yang pada giliranya permintaan dan penawaran agregat itu akan menentukan keadaan di pasar barang dan jasa. Kondisi di pasar barang dan jasa ini akan menentukan tingkat harga dan kesempatan kerja akan menentukan tingkat pendapatan dan tingkat upah yang di harapkan. Keduanya akan memiliki umpan balik yaitu pendapatan akan memberikan umpan balik terhadap permintaan agregat dan upah harapan mempunyai umpan balik terhadap penawaran agregat dan pasar uang serta pasar surat berharga.


Sekian materi yang saya berikan. Semoga bermanfaat :)

Kamis, 29 Maret 2012

PASAR OLIGOPOLI

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pasar merupakan perwujudan dari kegiatan ekonomi. Pasar muncul karena pemenuhan akan kebutuhan semakin beragam. Pada awalnya dikenal dengan sistem barter yaitu melakukan pertukaran barang dengan barang lain, dari sini pasar terus berkembang dengan pesatnya sampai sekarang berbagai jenis pasar bermunculan dengan celah-celah ekonomi berdasarkan permintaan pasar. Dalam perkembangannya kita kenal pasar oligopoli sebagai bentuk bagian dari pasar saat ini.
B. Perumusan Masalah
 Masalah yang akan dibahas adalah mengenai pasar oligopoli, dan tentunya akan membahas mengenai pengaruhnya terhadap kegiatan ekonomi. Telah kita ketahui, pasar sangat penting dalam kehidupan di zaman seperti ini. Karena disana terdapat proses jual - beli kebutuhan sehari-hari. Tidak heran sekarang banyak sekali pasar - pasar modern di beberapa sudut kota. Dan tidak jarang pula pasar - pasar tersebut merupaka jenis pasar oligopoli.
C. Tujuan
  • Memahami dan mengerti definisi dari pasar oligopoli 
  • Mengetahui ciri-ciri serta keuntungan dan kelemahan pasar oligopoli 
  • Mengetahui bentuk kegiatan pasar oligopoli


II. TEORI

Pasar Oligopoli adalah struktur pasar di mana hanya ada beberapa perusahaan yang menguasai pasar, baik secara individu maupun yang secara diam-diam bekerja sama. Karena jumlah penjual sedikit, maka selalu ada hambatan untuk memasuki pasar. Penetapan harga oleh penjual harus dipertimbangkan oleh pesaing-pesaing lain. Dengan kata lain, reaksi pesaing terhadap keputusan harga dan output adalah paling penting dalam pasar oligopoli.
Struktur pasar atau industri oligopoli (oligopoly) ialah pasar (industri) yang terdiri dari hanya sedikit perusahaan (produsen). Setiap perusahaan memiliki kekuatan (cukup) besar untuk mempengaruhi harga pasar. Produk dapat homogen atau terdiferensiasi. Perilaku setiap perusahaan akan mempengaruhi perilaku perusahaan lainnya dalam industri. Struktur pasar oligopoly sering kali terlacak sebagai akibat adanya halangan suatu halangan masuk tertentu, seperti economies of scale, larangan legal, merk yang kuat melalui iklan bertahun-tahun, atau biasa juga kendali atas adanya sumberdaya penting.
Suatu struktur pasar yang lebih mendekati kenyataan adalah bahwa struktur pasar umumnya selalu berbentuk pasar oligopoli atau persaingan yang monopolistik. Keadaan ini merupakan semacam bentuk campuran antara persaingan bebas yang sama sekali sempuma dengan monopoli yang sama sekali mumi. Bahkan dapat dikatakan bahwa 80 % kehidupan nyata dalam perilaku ekonomi masyarakat sepenuhnya berada dalam naungan dan kondisi­ - kondisi pasar yang bersifat oligopolistik atau persaingan monopolistik. Dalam pasar oligopoli, setiap perusahaan memposisikan dirinya sebagai bagian yang terikat dengan permainan pasar, di mana keuntungan yang mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka. Sehingga semua usaha promosi, iklan, pengenalan produk baru, perubahan harga, dan sebagainya dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing mereka.


III. PEMBAHASAN
 Di atas sudah dibahas tentang pengertian pasar oligopoli. Dan sekarang saya akan membahas tentang beberapa hal yang penting dalam pasar oligopoli.
A. Ciri - ciri pasar oligopoli :
  1. Hanya ada beberapa perusahaan saja yang memproduksi barang-barang manufaktur untuk keperluan masyarakat.
  2. Produk yang dijual bersifat homogen atau variasi dari jenis merk yang sama.
  3. Secara teknologi kedudukan oligopoli dapat juga timbul, jika sebuah industri atau perusahaan memiliki tingkat teknologi yang lebih canggih dibandingkan dengan perusahaan yang lain.
  4. Oligopoli juga dapat ditimbulkan oleh adanya merger atau penyatuan antara beberapa perusahaan besar sehingga mereka dapat memadukan modal, teknologi, faktor produksi dan pasar yang dapat lebih mereka kuasai.
  5. Lazimnya mempunyai saling ketergantungan satu sarna lain. Perusahaan oligopoli lazimnya saling bersaing bukan dalam harga tetapi lebih pada persaingan dalam kampanye komoditi yang mereka jual melalui iklan, promosi, atau melalui diferensiasi jenis barang yang mereka jual.
B. Sifat-sifat oligopoly
  • Harga produk relative sama
  • Perbedaan produk merupakan kunci sukses
  • Sulit masuk pasar, karena butuh sumber daya yang cukup besar
  • Perubahan harga akan di ikuti perusahaan lainnya

C. Karakteristik pasar oligopoli
  1. Hanya sedikit perusahaan dalam industri (few number of firms)
  2. Produknya homogen atau terdiferensiasi (homogen or differentiated product)
  3. Pengambilan keputusan yang saling mempengaruhi (Interdependence Decisions)
  4. Kompetisi non harga
D. Faktor-faktor Penyebab terbentuknya Pasar Oligopoli
a. Efisiensi Skala Besar
Dalam dunia nyata, perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam industri mobil, semen, kertas, pupuk, dan peralatan mesin, umumnya berstruktur oligopoli. Teknologi padat modal (capital intensive) yang dibutuhkan dalam proses produksi menyebabkan efisiensi (biaya rata-rata minimum) baru tercapai bila output diproduksi dalam skala sangat besar. Keadaan diatas merupaka hambatan untuk masuk (barriers to entry) bagi perusahaan pesaing. Tidak mengherankan jika dalam pasar oligopoly hanya terdapat sedikit produsen.
b. Kompleksitas Manajemen
Berbeda dengan tiga struktur pasar lainnya (persaingan sempurna, monopoli,dan pasar monopolistik), struktur pasar oligopoli ditandai dengan kompetisi harga dan non harga. Perusahaan juga harus cermat memperhitungkan setiap keputusan agar tidak menimbulkan reaksi yang merugikan dari perusahaan pesaing. Karena dalam industri oligopoli, kemampuan keuntungan yang besar saja tidak cukup sebagai modal untuk bertahan dalam industri. Perusahaan juga harus mempunyai kemampuan manajemen yang sangat baik agar mampu bertahan dalam struktur industri yang persaingannya lebih kompleks. Tidak banyak perusahaan yang memilki kemampuan tersebut, sehingga dalam pasar oligopoli akhirnya hanya terdapat sedikit produsen.
c. Keseimbangan Oligopoli
Perusahaan yang bergerak dalam pasar oligopoli disebut oligopolis (oligopolist). Sebagai produsen, keseimbangan terjadi bila laba maksimum tercapai. Analisis keseimbangan oligopoli tidak menekankan dimensi waktu, melainkan kompetisi. Perusahaan seimbang atau tidak bukan saja dilihat dari kemampuan mengatur output dan harga, tetapi juga kemampuan memprediksi perilaku pesaing. Karena itu oligopolies akan mencapai keseimbangan jika perusahaan dapat melakukan apa yang dapat dilakukan dan tidak mempunyai alasan lagi untuk mengubah jumlah output dan harga.
E. Berbagai model yang terdapat di oligopoly:
  1. Kartel
  2. Kepemimpinan harga
  3. Teori permainan
  4. Kurva permintaan patah
F. Dampak negatif oligopoli terhadap perekonomian:
  • Keuntungan yang yang terlalu besar bagi produsen dalam jangka panjang
  • Timbul inifisiensi produksi
  • Eksploitasi terhadap konsumen dan karyawan perusahaan
  • Harga tinggi yang relatif stabil (sulit turun) menunjang inflasi yang kronis
  • Kebijakan pemerintah dalam mengatasi oligopoli
  • Pemerintah mempermudah masuknya perusahaan baru untuk masuk kepasar untuk menciptakan persaingan
  • Diberlakukannya undang-undang anti kerja sama antar produsen.
Praktek oligopoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk kedalam pasar, dan juga perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli sebagai salah satu usaha untuk menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum dengan menetapkan harga jual terbatas, sehingga menyebabkan kompetisi harga diantara pelaku usaha yang melakukan praktek oligopoli menjadi tidak ada. Struktur pasar oligopoli umumnya terbentuk pada industri-industri yang memiliki capital intensive yang tinggi, seperti, industri semen, industri mobil, dan industri kertas. Jika terdapat beberapa perusahaan yang menjadi pemegang monopoli maka perusahaan-perusahaan ini berada dalam keadaan yang disebut oligopoli.

Sekian materi yang saya berikan. Semoga bermanfaat :)

PASAR MONOPOLISTIK

I. PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
         Pasar merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat, baik masyarakat yang berada di kalangan kelas bawah ataupun masyarakat yang berada di kalangan kelas atas. Semua unsur yang berkaitan dengan hal ekonomi berada di pasar mulai dari unsur produksi, distribusi ataupun unsur konsumsi.

B. Perumusan Masalah
         Masalah yang akan dibahas adalah mengenai pasar monopolistik, dan tentunya akan membahas mengenai pengaruhnya terhadap kegiatan ekonomi. Telah kita ketahui bahwa pasar membawa pengaruh yang sangat besar sekali bagi perubahan zaman yang sudah mencapai puncak kepesatannya. Seiring dengan bergulirnya waktu dan perubahan dunia pasar juga ikut berubah terbawa arus perubahan dunia yang semakin maju saja. Hal ini dapat kita lihat dengan perkembangan teknologi yang sudah sangat maju sekali.

C. Tujuan
         Menambah pengetahuan tentang pasar monopolistik dan peran pasar terhadap kegiatan ekonomi.


II. TEORI

         Pasar Monopolistik adalah salah satu bentuk pasar di mana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek. Penjual pada pasar monopolistik tidak terbatas, namun setiap produk yang dihasilkan pasti memiliki karakter tersendiri yang membedakannya dengan produk lainnya. Contohnya adalah : sabun, shampoo, pasta gigi, dll. Meskipun fungsi semua sabun sama yakni untuk membersihkan rambut, tetapi setiap produk yang dihasilkan produsen yang berbeda memiliki ciri khusus, misalnya perbedaan aroma, perbedaan warna, kemasan, dll. Pada pasar monopolistik, produsen memiliki kemampuan untuk mempengaruhi harga walaupun pengaruhnya tidak sebesar produsen dari pasar monopoli atau oligopoli. Kemampuan ini berasal dari sifat barang yang dihasilkan. Karena perbedaan dan ciri khas dari suatu barang, konsumen tidak akan mudah berpindah ke merek lain, dan tetap memilih merek tersebut walau produsen menaikkan harga. Misalnya, pasar sepeda motor di Indonesia. Produk sepeda motor memang cenderung bersifat homogen, tetapi masing-masing memiliki ciri khusus sendiri. Sebut saja sepeda motor Honda, di mana ciri khususnya adalah irit bahan bakar. Sedangkan Yamaha memiliki keunggulan pada mesin yang stabil dan jarang rusak. Akibatnya tiap-tiap merek mempunyai pelanggan setia masing-masing.
         Bentuk teori pasar monopolistik dikembangkan karena ketidakpuasan terhadap daya analisis model persaingan sempurna maupun monopoli. Struktur pasar monopolistik hampir sama dengan persaingan sempurna. Didalam industri terdapat banyak perusahaan yang bebas keluar masuk. Namun produk yang di hasilkan tidak homogen, melainkan terdiferensiasi. Namun perbedaan barang antara satu poduk (merk) dengan produk (merk) yang lain tidak terlalu besar. Diferensiasi ini mendorong perusahaan untuk melakukan persaingan non harga. Walaupun demikian output yang dihasilkan sangat mungkin saling menjadi substitusi. Perusahaan memiliki kemampuan monopoli yang relatif terbatas/kecil, contohnya seperti toko obat, toko persewaan video, pom bensin pertamina.
         Pada pasar persaingan monopolistik, harga bukanlah faktor yang bisa mendongkrak penjualan. Bagaimana kemampuan perusahaan menciptakan citra yang baik di dalam benak masyarakat, sehingga membuat mereka mau membeli produk tersebut meskipun dengan harga mahal akan sangat berpengaruh terhadap penjualan perusahaan. Oleh karenanya, perusahaan yang berada dalam pasar monopolistik harus aktif mempromosikan produk sekaligus menjaga citra perusahaannya.

III. PEMBAHASAN

         Di atas sudah di jelaskan tentang pengertian Pasar Monopolistik. Di BAB Pembahasan ini saya akan menjelaskan tentang ciri - ciri, karakteristik, persaingan monopolistik dan pengaruh ekonomi.

A. Ciri - ciri Pasar Monopolistik :
  1. Terdapat banyak penjual dan pembeli.
  2. Produksi barang dan jasa yang diperjualbelikan lazimnya bervariasi baik dalam merk, mutu, pelayanan yang diberikan dan dampak-dampak psikologis yang berbeda-beda terhadap konsumen.
  3. Perusahaan atau produsen dapat mempengaruhi harga.
  4. Produsen dapat keluar masuk pasar dengan mudah. Ketika produsen semakin banyak dan laba ekonomis semakin kecil, maka pasar menjadi tidak menarik dan produsen dapat meninggalkan pasar.
  5. Selalu terbuka peluang yang sifatnya bukan persaingan dalam harga tetapi persaingan dalam diferensiasi jenis komoditi yang dihasilkan dan persaingan dalam promosi penjualan yang dilakukan untuk menarik minat konsumen sebanyak-banyaknya.

B. Karakteristik Pasar Monopolistik
Pasar Monopolistik memiliki kelebihan, yaitu :
  1. Banyaknya produsen di pasar memberikan keuntungan bagi konsumen untuk dapat memilih produk yang terbaik baginya.
  2. Kebebasan keluar masuk bagi produsen, mendorong produsen untuk selalu melakukan inovasi dalam menghasilkan produknya.
  3. Diferensiasi produk mendorong konsumen untuk selektif dalam menentukan produk yang akan dibelinya.
  4. Pasar ini relatif mudah dijumpai oleh konsumen.

Selain kelebihan, pasar ini pun juga memiliki kelemahan, yaitu :
  1. Pasar Monopolistik memiliki tingkat persaingan yang tinggi, baik dari segi harga, kualitas maupun pelayanan. Sehingga produsen yang tidak memiliki modal dan pengalaman yang cukup akan cepat keluar dari pasar.
  2. Dibutuhkan modal yang cukup besar untuk masuk ke dalam pasar monopolistik.
  3. Pasar ini mendorong produsen untuk selalu berinovasi, sehingga akan meningkatkan biaya produksi yang akan berimbas pada harga produk yang harus dibayar oleh konsumen.

C. Persaingan Monopolistik
Persaingan monopolistik merupakan suatu jenis pasar yang digolongkan berdasarkan :
  1. Sejumlah pasar perusahaan.
  2. Produk - produk yang dibedakan dan tidak dilihat sebagai pengganti sempurna oleh konsumen.
  3. Beberapa kemampuan penjual untuk menetapkan harga yang mereka inginkan.
  4. Jalan masuk dan keluar bebas dari pasar tersebut.
  5. Kepercayaan yang berat terhadap tindakan - tindakan non harga untuk membedakan produk seseorang.

D. Pengaruh Ekonomi Pasar Monopolistik
Pengaruh ekonomi persaingan monopolistik merupakan keseluruhan kerugian yang tidak diinginkan dari efisiensi alokatif dan produktif yaitu, konsumen membayar lebih dan mampu untuk membeli sedikit daripada di persaingan sempurna. Bagaimanapun juga, pengaruhnya tidak seserius monopoli dan produk-produk yang dibedakan menyediakan keragaman yang banyak diminta. Meskipun demikian, beberapa pemborosan ditunjukkan dalam kelebihan kapasitas dan dalam penggunaan persaingan non harga.


Sekian materi yang saya berikan. Semoga bermanfaat :)

Senin, 09 Januari 2012

USAHA UMKM YANG BERKEMBANG BAHKAN EKSPOR

Kali ini saya akan menulis tentang contoh usaha UMKM yang berkembang bahkan dapat mengekspor produksinya keluar negeri. Saya menulis ini agar para pembaca dapat mengetahui bahwa usaha UMKMpun dapat berkembang bahkan dapat ekspor. Tulisan ini mungkin jauh dari kesempurnaan, untuk itu diperlukan saran atau kritik yang membangun agar kedepannya tulisan inni jauh lebih baik.


Dalam perekonomian Indonesia Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah (UMKM) merupakan kelompok usaha yang memiliki jumlah paling besar. Kelompok ini terbukti tahan terhadap berbagai macam goncangan krisis ekonomi. Kriteria usaha yang termasuk dalam Usaha Mikro, Kecil dan Menengah ini telah diatur dalam undang-undang. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) ada beberapa kriteria yang dipergunakan untuk mendefinisikan pengertian dan kriteria Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Pengertian-pengertian UMKM tersebut adalah :

1. Usaha Mikro

Usaha Mikro sebagaimana dimaksud menurut Keputusan Menteri Keuangan No.40/KMK.06/2003 tanggal 29 Januari 2003, yaitu usaha produktif milik keluarga atau perorangan Warga Negara Indonesia dan memiliki hasil penjualan paling banyak Rp.100.000.000,00 (seratus juta rupiah) per tahun. Contoh usaha mikro : Industri makanan dan minuman, industri meubel, pengolahan kayu dan rotan, industri pandai besi pembuat alat-alat.

2. Usaha Kecil

Usaha Kecil sebagaimana dimaksud Undang-undang No.9 Tahun 1995 adalah usaha produktif yang berskala kecil dan memenuhi kriteria kekayaan bersih paling banyak Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha atau memiliki hasil penjualan paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah) per tahun. Contoh usaha kecil : industri alat-alat rumah tangga, industri pakaian jadi, industri kerajinan tangan.

3. Usaha Menengah

Usaha Menengah sebagaimana dimaksud Inpres No.10 tahun 1998 adalah usaha bersifat produktif yang memenuhi kriteria kekayaan usaha bersih lebih besar dari Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak sebesar Rp10.000.000.000,00, (sepuluh milyar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Contoh usaha menengah : usaha perdagangan (grosir) termasuk ekspor dan impor, usaha elektronik dan logam, dan Usaha pertambangan batu gunung untuk kontruksi dan marmer buatan.

Contoh usaha UMKM yang berkembang bahkan ekspor :
Industri tekstil adalah salah satu conoth dari usaha UMKM yang berhasil mengekspor barang produksinya. Menurut statistik terbaru dari Persatuan Tekstil Indonesia, industri tekstil dan pakaian Indonesia telah mengalami perkembangan yang menggembirakan pada beberapa tahun terakhir, ekspornya juga mengalami pertumbuhan mantap. Pada semester pertama tahun 2011, ekspor tekstil dan pakaian menciptakan devisa sebanyak US$ 2,5 miliar, meningkat 25 persen dibanding pada tahun 2010.

Untuk membangkitkan kembali industri tekstil dan pakaian, pemerintah Indonesia meningkatkan dukungan terhadap industri itu pada bebeapa tahun terakhir, antara lain, mendukung bank menyediakan kredit suku rendah kepada perusahaan untuk memperbarui perlengkapan, mengimpor teknologi canggih dan manajemen yang maju. Selain itu, pemerintah juga terus melaksanakan kebijakan preferensial dalam pengembalian pajak, bahan mentah dan jaminan tenaga kerja.


KESIMPULAN :
Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) ini harus dapat dikembangkan lagi agar mendapat tempat di pasar internasional. Dan tentunya pasti akan menguntungkan bagi Indonesia maupun bagi industri tersebut.

Minggu, 08 Januari 2012

PERUSAHAAN YANG PAILIT / BANGKRUT

Kali ini saya akan membuat tulisan tentang contoh perusahaan yang mengalami pailit karena hutang ataupun karena pemegang saham yang keluar dari perusahaan tersebut. Tidak ada maksud apapun, namun saya menulis ini agar para pembaca tahu perusahaan apa saja yang mengalami pailit karena hutang atau pemegang saham yang keluar. Tulisan inipun mungkin jauh dari kesempurnaan, untuk itu diperlukan saran ataupun kritik agar tulisan ini dapat lebih baik lagi. :)


Dalam pengembangannya, perusahaan dapat mengalami kemajuan ataupun kepailitan. Disini saya akan membahas tentang perusahaan yang mengalami pailit. Pailit adalah suatu proses dimana seorang debitor tidak mampu membayar hutang yang telah jatuh tempo. Banyak hal yang dapat menyebabkan suatu perusahaan pailit, namun saya akan memberi dua contoh penyebab perusahaan pailit.

1. Pailit karena hutang
Contoh perusahaan yang mengalami pailit karena hutang yaitu, PT. Prudential. Perusahaan asuransi ini dinyatakan pailit karena memiliki hutang kepada Lee Boon Siong sebesar Rp. 1.4 miliar. Hutang itu sudah jatuh tempo namun belum juga dapat dilunasi. Maka oleh Pengadilan PT. Prudential dinyatakan pailit pada Desember 2003.

2. Pailit karena pemegang saham keluar
Pailit bukan saja dikarenakan hutang namun dapat juga karena pemegang saham keluar dari perusahaan tersebut. Jika pemegang saham menyatakan keluar dari perusahaan dan tidak mau menaruh lagi sahamnya maka perusahaan itu tidak akan berjalan. Dikarenakan kurangnya modal untuk memenuhi kebutuhan produksi suatu perusahaan tersebut. Semakin banyak pemegang saham yang keluar maka semakin besar kemungkinan perusahaan itu mengalami pailit.


KESIMPULAN :
Setiap perusahaan dapat mengalami keuntungan ataupun kerugian. Tak jarang perusahaan yang sudah mengalami kepailitan. Untuk itu sebaiknya diperlukan kerjasama atasan dan karyawan agar perusahaan tidak mengalami pailit.

PERUSAHAAN YANG MEYAKINI PENGEMBANGAN ORGANISASI / BEKERJA SAMA

Kali ini saya akan menulis tentang contoh perusahaan yang meyakini pengembangan organisasi / bekerja sama. Bentuknya bisa berupa Holding Company, Joint Venture, Go Public, ataupun Anak Peristiwa. Tulisan ini saya buat agar para pembaca dapat mengetahui perusahaan apa saja yang meyakini pengembangan organisasi. Saya menyadari bahwa tulisan ini mungkin jauh dari kesempurnaan, untuk itu saya selaku penulis membutuhkan saran ataupun kritik agar dapat menjadi lebih baik lagi. :)


Sebagai suatu perusahaan pasti memerlukan adanya perkembangan untuk suatu perubahan positif bagi perusahaan tersebut. Seperti adanya ide atau gagasan dari setiap karyawan pada suatu perusahaan. Pengembangan organisasi merupakan suatu proses yang meliputi serangkaian perencanaan perubahan yang sistematis yang dilakukan secara terus-menerus oleh suatu organisasi.

Alasan akan pentingnya pengembangan Organisasi :
- Perubahan adalah pertanda kehidupan,
- perubahan memberikan harapan,
- pengembangan merupakan tanggapan atas perubahan, dan
- pengembangan merupakan usaha untuk menyesuaikan dengan hal baru (perubahan).

Dalam pengembangannya perusahaan tersebut memiliki beberapa proses untuk memajukan perusahaannya. Proses tersebut yaitu :
1. Holding Company
Holding company adalah suatu perusahaan yang bertujuan untuk memiliki saham dalam satu atau lebih perusahaan lain atau mengatur satu atau lebih perusahaan lain tersebut. Contoh perusahaan yang melakukan Holding company adalah :
PT Semen Gresik Tbk membentuk perusahaan induk (holding company) bagi Semen Gresik, Semen Padang, dan Semen Tonasa. Permodalan Semen Gresik masih yang paling kuat, sedangkan pertumbuhan kinerja Semen Padang dan Tonasa berada di peringkat terbawah sehingga PT Semen Gresik Tbk melakukan Holding company untuk meningkatkan kinerja perusahaannya.

2. Joint Venture
Joint venture adalah bentuk kerjasama antar beberapa perusahaan yang berasal dari beberapa negara menjadi satu perusahaan untuk mencapai konsentrasi kekuatan-kekuatan ekonomi yang jauh lebih maksimal. Contoh perusahaan yang melakukan joint venture adalah :
Lombok Tourism Development Corporation (LTDC) yang merupakan joint venture antara PT Perusahaan Pengelolaan Aset (PPA) dan Bali Tourism Development Corporation (BTDC) dari pihak Indonesia dengan Emaar Properties dari pihak Arab. LTDC bertempat di Indonesia.

3. Go Public
Go Public adalah bentuk pengembangan organisasi dengan cara menjual saham perusahaan ke para investor dan membiarkan saham tersebut diperdagangkan di pasar saham. Contoh perusahaan yang melakukan go public adalah :
PT. Indofood, perusahaan yang memproduksi mi instan dan pengolahan gandum menjadi tepung terigu ini sudah lama meyakini pengembangan organisasi dalam bentuk go public. Dan hasilnya perusahaan ini berhasil melakukan go public dengan baik.


KESIMPULAN :
Berbagai cara dilakukan perusahaan untuk mencapai kesuksesan. Diantaranya adalah dengan melakukan pengembangan perusahaan ataupun melakukan kerja sama antar perusahaan lain. Holding Company, Joint Venture dan Go Public tidaklah buruk dilakukan oleh suatu perusahaan. Tinggal bagaimana perusahaan tersebut membuat perjanjian agar pengembangan atau kerja sama tersebut dapat berjalan dengan baik.