sprinkle

Selasa, 08 April 2014

ETIKA PROFESI DOSEN


     Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dosen merupakan profesi yang penting untuk menunjang kelangsungan kegiatan belajar-mengajar untuk jenjang pendidikan. Dosen memiliki peranan penting dalam mengantarkan dan memberikan materi perkuliahan kepada peserta didik.
     Sebagaimana Tri Dharma Perguruan Tinggi menjelaskan tugas seorang dosen mencakup tiga aspek, yaitu pengajaran, penelitian dan pengabdian. Apabila tiga aspek tersebut dihayati dan diamalkan oleh setiap dosen, niscaya akan tercipta iklim pendidikan Indonesia yang dinamis dan efektif. Dosen wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, dan memenuhi kualifikasi lain yang dipersyaratkan satuan pendidikan tinggi tempat bertugas, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Berikut ini beberapa etika profesi seorang dosen :
1) Guru yang Ditiru
Dosen merupakan profesi yang sama dengan guru. Dosen adalah profesi yang mudah ditiru oleh mahasiswanya mulai dari sikap, perilaku, gerak-gerik, kesopanan, keteladanan, bahkan sampai hal terburuk. Seorang dosen harus bisa menjadi teladan yang baik bagi mahasiswa baik dalam lisan, maupun dalam perbuatan. Jadi, seorang dosen harus memiliki sikap atau perilaku yang lebih baik dibanding mahasiswanya.

2) Berwawasan Luas
Karena anak didik yang diajar sudah berada di tingkat universitas, maka seorang dosen sudah harus berwawasan luas dan berpendidikan. Selain itu, dosen juga sudah harus mengenal psikologi pendidikan. Karena anak didiknya baru memulai fase dewasa, tentunya pola pendidikian yang digunakan adalah pola pendidikan orang dewasa, yaitu lebih berpusat pada permasalahan dibanding pada isinya.

3) Keterbukaan Ilmu
Seorang dosen seharusnya tidak menyembunyikan ilmu yang dimiliki apabila ingin diketahui mahasiswa. Sehingga seorang dosen sebaiknya terbuka untuk menyampaikan apa saja ilmu yang dimiliki. Apabila dosen menyembunyikan ilmu yang dia miliki, berarti dia menyembunyikan kebenaran dan menghambat kemajuan ilmu pengetahuan.

4) Pengabdian kepada Masyarakat
Dosen melakukan pengabdian kepada masyarakat, sebagai bentuk pemanfaatan ilmu yang dimiliki. Dengan melakukan penelitian, maka dosen akan mendapatkan pengembangan ilmu yang dimiliki.

5) Tidak berorientasi materi
Dosen tidak menjadikan kegiatan belajar mengajarnya sebagai bisnis yang berorientasi materi, tetapi merupakan pengabdian atas ilmu yang dimiliki.

6) Memberikan Kemudahan
Dosen seharusnya memberikan kemudahan kepada mahasiswanya, dan bukan malah dipersulit, Dalam semua sisi, seharusnya dosen mengupayakan kemudahan bagi mahasiswa sehingga mahasiswa dapat mengoptimalkan diri dalam menimba ilmu pengetahuan tanpa hambatan yang datangnya dari dosen. Termasuk implikasi dari etika ini yaitu dosen seharusnya memberikan informasi yang jelas kepada mahasiswa perihal ketersediaan waktu untuk bertemu. Selain itu dosen juga memberikan informasi yang jelas tentang silabi mata kuliah yang diajarkan, sehingga mahasisa tidak mengalami kesulitan dalam belajar.

7) Menghargai
Seorang dosen harus menghargai mahasiswanya, sehingga dapat menumbuhkan semangat mahasiswanya dalam belajar. Sikap merendahkan dan tidak menghargai hanya akan mematikan kreatifitas dan menumpulkan kecerdasan.

Di Universitas Gunadarma etika profesi sebagai dosen Gunadarma cukup jelas dijabarkan pada “Pedoman Tata Krama Dosen”. Dalam pedoman tersebut dijelaskan persyaratan yang harus dimiliki untuk menjadi seorang dosen. Tentunya ini sebagai standard umum untuk berprofesi sebagai dosen Gunadarma, sehingga jelas dosen Gunadarma secara kepribadian dan akademik telah terjamin.
Pedoman tersebut berisikan banyak hal tentang etika profesi sebagai dosen :
1. Etika dalam berpakaian
2. Etika dalam memenuhi komitmen waktu
3. Etika dalam pelaksanaan tugas pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat Dosen Universitas Gunadarma.

Tak hanya berisi tentang tata krama saja, dalam pedoman tersebut juga berisikan tentang penghargaan yang diterima oleh dosen berprestasi yang dapat berupa piagam, lencana, uang, benda atau kenaikan pangkat istimewa. Sehingga jelas sekali bahwa etika profesi dosen di gunadarma sudah cukup jelas dijabarkan. Namun pelaksanaan di kelas, masing-masing pribadi memiliki kekuatan dan kelemahan karakter masing-masing dan cara mengajar yang berbeda, sehingga perlu sikap dewasa dan objektif untuk menyikapinya.



Nama : Deskenda Dyah Setyowati
Npm : 11110843
Kelas : 4KA31
Mata Kuliah : Etika dan Profesionalisme Teknologi Sistem Informasi (TSI) 

Selasa, 11 Maret 2014

ETIKA DAN PROFESIONALISME TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI (TSI)


1. Pengertian Etika

Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Etika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakan istilah dari bahasa Latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk. Etika dan moral lebih kurang sama pengertiannya, tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan, yaitu moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan, sedangkan etika adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku.

2. Pengertian Profesionalisme

Berasal dari kata profesional yang mempunyai makna berhubungan dengan profesi dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya, (KBBI, 1994). Sedangkan profesionalisme itu sendiri adalah tingkah laku, keahlian atau kualitas dan seseorang yang profesional (Longman, 1987).
Secara umum ciri-ciri profesionalisme pada bidang informasi teknologi ( IT ) adalah :
1. Memiliki kemampuan dan ketrampilan dalam bidang pekerjaan IT.
2. Memiliki wawasan yang luas.
3. Memiliki kemampuan dalam analisa dan tanggap terhadap masalah yang terjadi.
4. Mampu bekerjasama dan dapat menjalin hubungan baik dengan rekan-rekan kerja
5. Dapat menjaga kerahasian dari sebuah data dan informasi
6. Dapat menjunjung tinggi kode etik dan disIplin etika.

3. Pengertian Teknologi Sistem Informasi

Teknologi Sistem Informasi (TSI) adalah suatu sistem pengolahan data keuangan dan pelayanan jasa perbankan secara elektronis dengan menggunakan sarana komputer, telekomunikasi, dan sarana elektronis lainnya. Teknologi Sistem Informasi sangat dibutuhkan dalam kegiatan operasional perbankan.

4. Pengertian Etika dan Profesionalisme TSI

Etika dan Profesionalisme TSI adalah sikap atau perilaku seseorang sebagai individu yang bekerja sesuai standar moral dan etika yang telah ditetapkan/diberlakukan dalam menggunakan teknologi sistem informasi.

Mengapa Menggunakan Etika dan Profesionalisme TSI ?

Alasan mengapa seseorang harus memiliki etika dan prosesinalisme adalah agar terhindar dari sikap atau perbuatan yang dapat melanggar undang-undang, norma-norma yang ada di lingkungan masyarakat. Tidak hanya itu manusia yang memiliki etika baik maka akan mendapat perlakuan yang baik dari orang lain, etika dalam teknologi informasi ditujukan untuk :
– Mampu memetakan permasalahan yang timbul akibat penggunaan teknologi informasi itu sendiri.
– Mampu menginventarisasikan dan mengidentifikasikan etikan dalam teknologi informasi.
– Mampu menemukan masalah dalam penerapan etika teknologi informasi.

Kapan Diterapkannya Etika & Profesionalisme TSI ?

Etika dan profesionalisme TSI digunakan ketika seseorang hendak menggunakan teknologi sistem informasi yang ada. Tetapi etika dan profesionalisme TSI ini tidak hanya digunakan saat sedang melakukan sebuah proyek yang akan dijalankan, melainkan juga harus dijalankan setiap waktu pada saat yang tepat. Sebuah pertanggung-jawaban dari suatu etika dan profesionalisme harus nyata. Sebagai conntoh di suatu perusahaan, semua pegawai yang hendak menggunakan TSI harus menggunakannya sesuai aturan dan nilai-nilai yang berlaku di dalam perusahaan.

Siapa yang menggunakan Etika & Profesionalisme TSI ?

Pengguna etika dan profesionalisme TSI adalah semua elemen di dalam suatu lingkungan kerja yang akan menggunakan TSI. Mereka yang ada di lingkungan kerja ini harus bertanggung jawab untuk mengimplementasikan etika dan profesionalisme TSI untuk menghindari isu-isu etika dalam pemanfaatan TI.
Yang sangat berperan dalam pengguna TSI para Pekerja dibidang teknologi informasi terbagi menjadi 3 kelompok,:
1. Orang yang bekerja di bidang perangkat lunak (software) : Sistem Analis, Programmer, Web Designer, Web Programmer.
2. Orang yang bergelut dengan perangkat keras (hardware) : Technical Engineer, Networking Engineer.
3. Orang yang berkecimpung dalam operasional sistem informasi : EDP Operator, System Administrator.

Sumber :

Nama : Deskenda Dyah Setyowati
Npm : 11110843
Kelas : 4KA31 

Selasa, 14 Januari 2014

PERANAN TELEMATIKA

A. Pendahuluan

      Saat ini perkembangan teknologi mengalami kemajuan begitu cepat, terutama di bidang telematika. Telematika singkatan dari Telekomunikasi dan Informatika. Telematika ini sangat bermanfaat dalam pengolahan informasi di segala bidang kehidupan manusia, contohnya di bidang teknologi, kesehatan, pendidikan, otomotik dan lain-lain. Peranan telematika di segala bidang ini yang membuat telematika begitu dibutuhkan masyarakat terutama untuk membantu kegiatan sehari-hari.

B. Pembahasan

     Telematika sekarang sudah sangat jauh berkembang dan mengakselerasi perkembangan di zaman informasi. Pada bidang pendidikan, peran telematika sangat membantu terutama dalam kegiatan belajar mengajar. Pemanfaatan telematika di dunia pendidikan sudah banyak dimanfaatkan, diantaranya adalah :

1. E-Book/ Buku Elektronik
     Di setiap jenjang pendidikan pasti mempunyai materi sesuai kurikulum, jaman dulu mereka mendistribusikan buku- buku secara lansung, hal ini tentunya tidak efektif maka untuk mempermudah mereka membuat buku yang di buat secara soft copy dan tidak mencetak kedalam penerbitan buku, buku inilah disebut e-book atau buku elektronik. Buku elektronik atau e-book adalah salah satu teknologi yang memanfaatkan komputer untuk menayangkan informasi multimedia dalam bentuk yang ringkas dan dinamis. Dalam sebuah e-book dapat diintegrasikan tayangan suara, grafik, gambar, animasi, maupun movie sehingga informasi yang disajikan lebih kaya dibandingkan dengan buku konvensional. Keuntungan e-book dapat disimpan sebanyak-banyaknya dan dibawa kemana saja dalam tablet tanpa harus repot menenteng banyak buku.

2. E-Mail/ Surat Elektronik
     Untuk mendukung komunikasi di jaman sekarang kita bisa menggunakan email, dan sudah tidak jamannya lagi harus ketemu muka bila ada sesuatu yang mau di konsultasikan. Dengan aplikasi sederhana seperti email maka seorang dosen, pengelola, orang tua dan mahasiswa dapat dengan mudah berhubungan. Dalam kegiatan di luar kampus mahasiswa yang menghadapi kesulitan dapat bertanya lewat email.

3. E-Library/ Perpustakaan Digital
     E-library singkatan dari electronic library merupakan perpustakaan yang sebagian besar bentuk bukunya adalah dalam bentuk format digital dan hanya dapat di akses melalui komputer. Perpustakaan ini dalam bentuk virtual dapat menyimpan semua e-book dan kita dapat mengunduhnya secara gratis. Perpustakaan yang biasanya berisi arsip-arsip buku dengan di bantu dengan teknologi informasi dan internet dapat dengan mudah mengubah konsep perpustakaan yang pasif menjadi agresif dalam berinteraksi dengan penggunanya.

4. Ensiklopedi Elektronik
     Sebagian penerbit ensiklopedia saat ini telah mulai bereksperimen menggunakan media DVD untuk menampung ensiklopedia sehingga diharapkan ensiklopedia di masa mendatang tidak hanya berisi tulisan dan gambar saja, tapi juga video, audio, tulisan dan gambar dan bahkan gerakan serta interaksi langsung. Pada saat ini Informasi yang terkandung dalam ensklopedia sudah mulai bisa diakses melalui internet. Seperti Wikipedia. Hal ini membuat data dan informasi yang terkandung dalam ensiklopedi elektronik dapat diperbaharui secara cepat dan tidak lagi bergantung pada sekelompok pengarang tetapi semua orang dapat berpartisipasi dalam memperbaiki, meng-update dan mengembangkan informasi yang ada didalamnya.

5. Video Teleconference
     Seiring berkembangnya teknologi multimedia dan koneksi yang murah membuat kegiatan proses belajar bisa di lakukan kapan saja dan di mana saja yaitu menggunakan teknologi teleconference. Bahkan di dunia bisnis ini sangat efektif apalagi di dunia pendidikan. Keberadaan teknologi ini memungkinkan siswa atau mahasiswa dari seluruh dunia untuk dapat berkenalan, saling mengenal bangsa di dunia. Teknologi ini dapat digunakan sebagai sarana diskusi, simulasi dan dapat digunakan untuk bermain peran pada kegiatan pembelajaran yang berfungsi menumbuhkan kepercayaan diri dan kerjasama yang bersifat sosial.

6. Sistem Distribusi Bahan Secara Elektronis ( digital )
     Dengan adanya sistem ini maka keterlambatan serta kekurangan bahan belajar bagi warga belajar yang tinggal di daerah terpencil dapat teratasi.

7. E-Learning
     Hampir setiap jenjang pendidikan disetiap websitenya memasukan modul E-Learning. E-Learning merupakan singkatan dari Elektronic Learning, merupakan cara baru dalam proses belajar mengajar yang menggunakan media elektronik khususnya internet sebagai sistem pembelajarannya. E-Learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Perkembangan E-learning didukung dengan banyaknya website bernuansa pendidikan yang dibangun sehingga memudahkan pengaksesan pendidikan oleh siapapun yang ingin belajar tanpa dibatasi oleh umur, gender dan waktu.

8. Tele-edukasi dan Latihan Jarak Jauh dalam Cyber System
     Tele-edukasi merupakan pengembangan dari e-Learning. Proses pembelajaran ini bisa di lakukan di daerah yang sudah maju untuk masalah koneksi serta perangkat yang mendukungnya. Sebab pendidikan dan pelatihan jarak jauh diperlukan untuk memudahkan akses serta pertukaran data, pengalaman dan sumber daya dalam rangka peningkatan mutu dan keterampilan professional dari SDM di Indonesia. Pada akhirnya jaringan ini diharapkan dapat menjangkau serta dapat memobilisasikan potensi masyarakat yang lain, termasuk dalam usaha, dalam rangka pembangunan serta kelangsungan kehidupan ekonomi di Indonesia, baik yang bersifat pendidikan formal maupun nonformal dalam suatu “cyber system”.

Dampak Positif dan Negatif Telematika Di Dalam Pendidikan
     Setiap perkembangan atau hal yang baru pasti ada efeknya, baik efek secara langsung maupun tidak langsung dan akan memberikan dampak dimasyarakat. Termasuk perkembangan Telematika pasti ada dampak positif dan negatifnya, beberapa diantaranya adalah :

Dampak Positif :
  1. Proses belajar mengajar bisa di lakukan di mana saja.
  2. Menjadikan proses belajar mengajar menjadi jauh lebih mudah, karena materi disampaikan dengan variasi yang menarik.
  3. Tidak perlu bertatap muka dengan pengajar, cukup mengakases materinya melalui internet.
  4. Membuat jarak yang sangat jauh jadi terasa dekat serta tidak ada batasan waktu dan tempat.
  5. Membuat manusia akan selalu belajar dengan teknologi dan mengikuti perkembangan zaman.
  6. Memudahkan dalam pencarian informasi mengenai pelajaran, jurnal ilmiah, makalah bahkan untuk kuliah jarak jauh.
  7. Hemat biaya dan waktu.
  8. Tidak terbatas ruang dan waktu.
  9. Standarisasi materi.
  10. Otomatisasi administrasi.
  11. Materi dapat diakses dimana saja.
  12. Meringkas segalanya. Contoh, kita tidak harus membawa banyak buku diktat.
Dampak Negatif :
  1. Penyalahgunaan teknologi untuk merusak data (cracker) oleh orang yang tidak bertanggung jawab seperti menghack komputer untuk mengubah nilai yang diperoleh.
  2. Mudahnya untuk melakukan tindakan plagiatisme.
  3. Privasi tidak terlindungi karena selalu berhubungan dengan teknologi.
  4. Aspek sosial sebagai manusia turun karena jarang bertemu langsung sehingga membuat proses interaksi antar sesama manusia kurang yang menyebabkan rentannya timbul perpecahan.
  5. Kemungkinan terjadi kesalahan fatal akibat kurang akuratnya data yang diinput sehingga menyebabkan informasi yang diterima orang berikutnya ataupun sistem yang membaca informasi tersebut tidak akurat.
  6. Membuat manusia menjadi pemalas dan pikiran tidak berkembang karena telah dimanjakan oleh teknologi yang mempermudah segalanya.
  7. Rentan terpecah fokus belajarnya karena banyaknya hiburan yang bisa diperoleh melalui komputer, seperti bermain game, dengar musik nonton film.
  8. Menjadi terlalu bergantung dengan teknologi tanpanya proses pemecahan masalah akan berjalan sangat lambat.
Referensi :
http://mildsend.wordpress.com/2013/01/02/peranan-telematika-dalam-bidang-pendidikan/


Nama : Deskenda Dyah Setyowati
Npm  : 11110843
Kelas : 4KA31
Mata Kulaih : Pengantar Telematika #

Rabu, 04 Desember 2013

NGEBOLANG KE KEBUN RAYA BOGOR

Sebenernya bingung mau nulis apaan buat bikin tugas tulisan softskill. Yang bikin bingung karena tugas tulisan yang dikasih itu temanya bebas. Jadi bingung mau nulis tulisan apa. Tapi akhirnya tiba-tiba inget kalo belum lama ini ke Kebun Raya Bogor sama cewe-cewe kece, terus terpikirlah untuk ngebuat sedikit cerita tentang pengalaman kesana bareng cewe kece. Para cewe kece itu adalah aku (Kenda), Devi, Niar, Lusi (asik deh di bilang kece. haha :p).

Sebenernya ini bukan kali pertama aku ke Kebun Raya Bogor. Sebelumnya aku pernah kesana bareng pacarku (eciieeee piwiidd :p). Dan kenapa aku bisa kesana lagi?? Jawabannya itu semua berawal dari Niar yang melihat wallpaper di hpku yang sedang berada di Kebun Raya Bogor. Entah apa yang ada di pikiran dia, tiba-tiba dia mengajak kita (aku, devi, lusi) ke Kebun Raya Bogor. Akhirnya kita mencari hari libur yang cocok untuk pergi kesana. Setelah berbincang-bincang, ditetapkan pada tanggal 21 November 2013 kita akan pergi ke Kebun Raya Bogor. Tak lupa kita pun mengajak juga anak cewe yang lain untuk ikut. Dan sepertinya ada yang tertarik untuk ikut kesana, orang itu adalah Yayuk, Desi dan Alfi. Tapi hampir mendekati hari H mereka ga bisa ikut, karena hari jumatnya yaitu tanggal 22 November ada kuis Analisis Kinerja Sistem dan mereka lebih baik belajar dirumah masing-masing. Walaupun ketiga orang itu ga jadi ikut, bukan berarti acara ke Kebun Raya Bogor dibatalin.

Akhirnya kita pergi berempat kesana. Kita janjian jam 8 sampai di Stasiun Bekasi. Tapi karena emang udah kebiasaan kali yaa. Kebiasaan telat maksudnya (hahaha), akhirnya pada sampai di St.Bekasi jam 9 (ngaret banget sumfehh -_-). Kenapa kita milih naek kereta?? karena biaya ke Kebun Raya Bogor cuma 5000 naek kereta (irit qan :D haha). Aku dan Niar datang duluan sebelum Devi dan Lusi. Biasalah qan yang paling ngaret si Devi (awkwkwk piss :p). Setelah membeli karcis, Aku dan Niar menunggu Devi dan Lusi di depan peron 3. Tak berapa lama akhirnya yang di tunggu pun datang. Dengan wajah yang entah di bilang senang atau shock, si Devi tiba-tiba cerita kalo dia ketemu cowo yang mirip sama mantannya (cowo yang baru akhir-akhir ini putus sm Devi). Dan sepanjang jalan mau menuju ke gerbong pertama dia cerita mulu tentang cowo si petugas karcis yang mirip mantannya itu (kalo boleh jujur nih ya, sebenernya gue bosen dengernya. tapi ga enak ngomong aja. haha :p). Akhirnya jam 9 lebih 10 menit kereta dateng trs kita berebutan buat naek kereta. Karena kita nunggunya terlalu jauh dari gerbong pertama (yang khusus cewe) akhirnya kita harus lari-larian buat ke gerbong pertama. Gerbongnya penuh banget, untungnya cewe semua sih. Kita dapetnya yang berdiri, karena ga dapet tempat duduk (dan itu capee men). Selama perjalanan aku, devi dan niar ketawa terus. Yang ngomong cape lah, sempit lah, desak-desakan lah. Semua keluhan pasti jadi bikin ketawa. Lucu aja gitu menurut kita. Karena sebelumnya kita belum pernah jalan bareng seperti ini. Lusi ga ikut nimbgring karena dia jauh dari tampat kita berdiri. Dia misah gara-gara di geser-geser sama penumpang yang baru naek (kasian ya lusi). Karena dari Bekasi ke Bogor harus transit di St.Manggarai, akhirnya kita turun di St.Manggarai. Sebelum naek kereta yang menuju Bogor kita istirahat dulu, soalnya cape abis berdiri dari St.Bekasi ke St.Manggarai. Setelah 10 menitan istirahat terus kita naek lagi kereta tujuan Bogor. Untungnya di kereta mau ke Bogor kita duduk, karena emang masih sepi keretanya. Di perjalanan menuju Bogor, pertama yang dilakuin itu foto-foto (jiwa narsisnya langsung muncul. haha). Terus ngobrol-ngobrol dan ngeliat pemandangan yang luar biasa indahnya :)

Setelah 2 jam perjalanan akhirnya sampe juga deh di St. Bogor. Pas keluar kereta kita ngeliat ada gunung yang luar biasa bagusnya. Sebelum keluar Stasiun kita sempetin dulu foto-foto di St. Bogor. Abis udah kelar bernarsis ria nya kita langsung naek angkot yang menuju ke Kebun Raya Bogor yaitu naek angkot 02. Jaraknya ga begitu jauh dr St.Bogor. Sekitar 2km lah buat ke Kebun Raya Bogor. Setelah kurang lebih 5 menit kita naek angkot akhirnya kita sampe di Kebun Raya Bogor (Horeeeee \^-^/ ). Untuk masuk ke Kebun Raya Bogor kita harus bayar 15.000/orang. Abis udah pada beli karcis kita langsung cuss deh buat ngeliat-liat di Kebun Raya Bogor. Sampailah kita di danau. Karena kita semua udah pada kelaparan, langsung deh cari tempat buat makan dan bersantai-santai di pinggir danau. Semua melahap habis makanannya masing-masing, ada snack langsung di keroyok, ada buah langsung di santap (udah pada kelaparan hebat soalnya. haha). Lagi asik-asiknya santai ehh ada bule cakep (itu kata niar) terus tiba-tiba niar bilang kalo dia mau foto itu bule. Karena niar mintanya terlalu mendadak jadinya motonya dari belakang. Ga sempet moto dari depan (awkwkwk jangan sedih ya niar :D ).

Jam istirahat makan siang pun selesai. Terus kita mulai deh jalan-jalan di Kebun Raya Bogor. Menikmati suasana yang indah di Kebun Raya Bogor. Dan saatnya bernarsis ria. Di sepanjang perjalanan kalo ada moment yang bagus pasti langsung minta di foto (ga mau kalah sama artis. haha). Setelah cape muter-muter Kebun Raya Bogor, akhirnya kita istirahat lagi di pinggir danau. Tempatnya beda sama tempat istirahat kita pertama. Kali ini tempatnya lebih rindang pohonnya dan lebih sejuk. Kita istirahat sambil belajar buat kuis AKS hari jumat. Walaupun kita lagi jalan-jalan dan hari jumat kuis, tapi bukan berarti kita malah asik jalan-jalan doang. Kita di Kebun Raya Bogor sambil belajar juga (hebat kan kita?? haha). Belajar bersama dengan suasana yang luar biasa enak banget. Ini nih beberapa foto kita lagi ada di Kebun Raya Bogor (berbagi foto dikit boleh kali yaaa :D ).

Kenda, Niar, Lusi, Devi (dari kiri) mencoba foto berempat dengan kamera depan

Jempol di angkat. asikk dah ..

Usaha foto berempat dengan tab di ganjel batu. haha
Aku dan Lusi di Kereta
Sekian dulu cerita dari saya. Kalo kebanyakan dan muter-muter ceritanya tolong di maafinnya. Abis bingung sih merangkai kata-katanya. hehe ..
Semoga bermanfaat :)

Nama : Deskenda Dyah Setyowati
Npm : 11110843
Kelas : 4KA31





Selasa, 19 November 2013

MANAJEMEN DATA TELEMATIKA

    A.    Pendahuluan
Sebelum masuk pada inti pembahasan tentang manajemen data telematika, terlebih dahulu kita harus tahu apa itu Manajemen Data Telematika. Menurut DAMA (Demand Assigned Multiple Access), Manajemen Data adalah pengembangan dan penerapan arsitektur, kebijakan, praktik, dan prosedur yang secara benar menangani siklus hidup lengkap data yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan. Jadi, Manajemen data telematika merupakan prosedur yang menangani siklus hidup lengkap data yang dibutuhkan oleh perusahaan dengan bantuan telematika.
Manajemen Data pada telematika terdiri dari :
1.      Manajemen Data Sisi Klien
Manajemen Data yang terjadi pada sisi klien dapat kita pahami pada DBMS dibawah ini.
- Mobile DBMS (Embedded/Ultra tiny/Java Database)
Merupakan suatu DBMS yang terdapat pada peralatan bergerak (mobile device). Mobile DBMS adalah versi khusus dari sebuah departemen atau perusahaan DBMS. Ini dirancang untuk digunakan dengan remote pengguna yang biasanya tidak terhubung ke jaringan. DBMS memungkinkan mobile akses database lokal dan modifikasi pada laptop atau perangkat genggam, seperti PDA atau PocketPC Palm. Selanjutnya, mobile DBMS menyediakan mekanisme untuk sinkronisasi perubahan basis data jauh terpusat, perusahaan atau departemen server database.
2.      Manajemen Data Sisi Server
Manajemen Data yang terjadi pada sisi server dapat kita pahami pada versi DBMS dibawah ini.
-          MODBMS (Memindahkan Obyek DBMS)
Adalah sebuah DBMS yang menyimpan dan mengelola informasi lokasi serta dinamis lainnya informasi tentang obyek bergerak. MODBMS memungkinkan seseorang untuk mewakili benda-benda bergerak dalam database dan untuk menanyakan pertanyaan tentang gerakan tersebut. Daerah MODBMS merupakan bidang yang belum dijelajahi relatif terhadap RDBMS atau DBMS Spasial di mana beberapa karya yang telah dilakukan dalam standarisasi dan komersialisasi. Ada beberapa penelitian prototipe untuk MODBMS seperti DOMINO tetapi hanya sedikit produk MODBMS komersial
3.      Manajemen Database Sistem Perangkat Bergerak
Sebuah sistem manajemen basisdata relasional atau dalam bahasa Inggrisnya dikenal sebagai relational database management system (RDBMS) adalah sebuah program komputer (atau secara lebih tipikal adalah seperangkat program komputer) yang didisain untuk mengatur/memanajemen sebuah basisdata sebagai sekumpulan data yang disimpan secara terstruktur, dan melakukan operasi-operasi atas data atas permintaan penggunanya.

Pesatnya perkembangan bagi komunikasi bergerak mendorong para operator layanan berlomba untuk memperkaya macam layanannya guna menambah pemasukan bagi perusahaanya. Komunikasi data bergerak, misalnya untuk akses internet. Pengenalan WAP (Wireless Application Protocol) telah menunjukkan potensi sebagai layanan internet nirkabel/ WAP merupakan protocol global terbuka yang memungkinkan para pengguna mengakses layanan-layanan on-line dari layar kecil pada telepon genggam dengan menggunakan built-in browser. WAP bekerja pada berbagai teknologi jaringan bergerak, yang memungkinkan pasar missal bagi penciptaan layanan data bergerak.

   B.    Teori
Setelah mengetahui kategori dalam manajemen data telematika, berikut adalah penjelasan dari client dan server yang merupakan salah satu kategori yang termasuk dalam manajemen data telematika.
1.      PENGERTIAN CLIENT-SERVER
Client/Server dapat diartikan sebagai kemampuan komputer untuk meminta layanan request data kepada komputer lain. Komputer yang meminta layanan disebut sebagai client, sedangkan yang menyediakan layanan disebut sebagai server.
Pengertian lain, client melakukan permintaan suatu informasi atau mengirim perintah ke server. Server akan menerima permintaan dan perintah client. Kemudian server akan memproses memproses berdasarkan permintaan tersebut, dan mengembalikan kepada client sebagai hasil pemrosesan yang sudah dilakukan. Service Request adalah permintaan dari client baik berupa permintaan data maupun perintah ke server.
Service Response berupa balasan dari server atas permintaan dari client berupa hasil proses.Data yang diminta oleh client dapat diambil dari database pada sisi server yang sering disebut database server, seperti MySQL, PostgreSQL, Oracle, atau SQL Server.
2.      KARAKTERISTIK CLIENT SERVER
Client dan Server merupakan item proses (logika) terpisah yang bekerja sama pada suatu jaringan komputer untuk mengerjakan suatu tugas.
- Service : Menyediakan layanan terpisah yang berbeda.
- Shared resource : Server dapat melayani beberapa client pada saat yang sama dan mengatur pengaksesan resource.
- Asymmetrical Protocol : antara client dan server merupakan hubungan one-to-many. Client memulai komunikasi dengan mengirim request ke server. Server menunggu permintaan dari client. Kondisi tersebut juga memungkinkan komunikasi callback.
- Transparency Location : proses server dapat ditempatkan pada mesin yang sama atau terpisah dengan proses client. Client/server akan menyembunyikan lokasi server dari client.
- Mix-and-match : tidak tergantung pada platform.
- Message-based-exchange : antara client dan server berkomunikasi dengan mekanisme pertukaran message.
- Encapsulation of service : message memberitahu server apa yang akan dikerjakan.
- Scalability : sistem C/S dapat dimekarkan baik vertikal maupun horizontal.
- Integrity : kode dan data server diatur secara terpusat, sedangkan pada client tetap pada komputer tersendiri.

a. Karakteristik Server

- Pasif
- Menunggu request
- Menerima request, memproses mereka dan mengirimkan balasan berupa service

b. Karakteristik Client

- Aktif
- Mengirim request
- Menunggu dan menerima balasan dari server

3.      KEUNTUNGAN CLIENT-SERVER

- Client-server mampu menciptakan aturan dan kewajiban komputasi secara terdistribusi.
- Mudah dalam maintenance. Memungkinkan untuk mengganti, memperbaiki server tanpa mengganggu client.
- Semua data disimpan di server. Server dapat mengkontrol akses terhadap resources, hanya yang memiliki autorisasi saja.Tempat penyimpanan terpusat, update data mudah. Namun pada peer-to-peer, update data sulit.
- Mendukung banyak clients berbeda dan kemampuan yang berbeda pula.

4.      KELEMAHAN CLIENT-SERVER

- Traffic congestion on the network, jika banyak client mengakses ke server secara simultan, maka server akan overload.
- Berbeda dengan P2P network, dimana bandwidthnya meningkat jika banyak client merequest. Karena bandwidth berasal dari semua komputer yang terkoneksi kepadanya.
- Pada client-server, ada kemungkinan server fail.
- Pada P2P networks, resources biasanya didistribusikan ke beberapa node sehingga masih ada node yang dapat meresponse request.

5.      BATASAN FILE SERVER
Beban jaringan tinggi karena tabel yang diminta akan diserahkan oleh file server ke klien melalui jaringan Setiap klien harus memasang DBMS sehingga mengurangi memori. Klien harus mempunyai kemampuan proses tinggi untuk mendapatkan response time yang bagus. Salinan DBMS pada setiap klien harus menjaga integritas databasse yang dipakai secara bersama-sama. Tanggung jawab diserahkan kepada programmer.
6.      ARSITEKTUR DATABASE SERVER

Klien bertanggung jawab dalam mengelola antar muka pemakai (mencakup logika penyajian data, logika pemrosesan data, logika aturan bisnis). Database server bertanggung jawab pada penyimpanan, pengaksesan, dan pemrosesan database.
Database serverlah yang dituntut memiliki kemampuan pemrosesan yang tinggi. Beban jaringan menjadi berkurang. Otentikasi pemakai, pemeriksaan integrasi, pemeliharaan data dictionary dilakukan pada database server. Database server merupakan implementasi dari two-tier architecture.

Aplikasi Web dapat dibagi menjadi 2 macam :
1. Web Statis
2. Web Dinamis

Teknologi untuk membentuk aplikasi Web yang dinamis :
1. Teknologi pada sisi klien (client-side technology)
2. Teknologi pada sisi server (server-side technology)

Teknologi pada sisi Klien :
1. Kontrol Active X
2. Java applet
3. Client-side script (JavaScript dan VBScript)
4. DHTML (CSS / Cascading Style Sheets)

Teknologi pada sisi Server :
=> CGI
=> FastCGI
=> Proprietary Web Server API (ISAPI dan NSAPI)
=> Active Server Pages (ASP)
=> Java Server Pages (JSP) dan Java Servlets
=> Server-side JavaScript
=> PHP


   C.    Analisis
Dari penjelasan diatas dapat diambil kesimpulan yaitu Manajemen Data Telematika adalah prosedur yang menangani siklus hidup data lengkap yang dibutuhkan oleh perusahaan dengan bantuan telematika. Seperti halnya database yang harus dibuat selengkap mungkin dan seakurat mungkin untuk memenuhi kebutuhan suatu perusahaan agar tercapai tujuan tertentu dengan menggunakan bantuan telematika.
Manajemen data telematika mempunyai tujuan yaitu manajemen data sisi klien, manajemen data sisi server dan manajemen database sistem perangkat bergerak. Komputer yang meminta layanan disebut sebagai client, sedangkan yang menyediakan layanan disebut sebagai server.
Cara kerja dari client dan server adalah client melakukan permintaan suatu informasi atau mengirim perintah ke server. Server akan menerima permintaan dan perintah client. Kemudian server akan memproses berdasarkan permintaan tersebut, dan mengembalikan kepada client sebagai hasil pemrosesan yang sudah dilakukan.

   D.     Referensi
      http://kawai-tiramisu.blogspot.com/2010/11/manajemen-data-telematika_8032.html

Nama : Deskenda Dyah Setyowati
Npm : 11110843
Kelas : 4KA31
Matkul : PengantarTelematika #