sprinkle

Minggu, 06 Januari 2013

Perbedaan yang Menyakitkan

Ini cerita lanjutan dari cerita sebelumnya yaitu Jumpa Pertama dan Kencan dan Hadiah Pertama. Dalam setiap hubungan pasti selalu ada masalah. Kemarin saya menceritakan tentang senangnya menjalani suatu hubungan. Kali ini saya akan menceritakan tentang masalah terbesar yang ada dalam hubungan kami. Bukan bermaksud untuk membuka aib sendiri. Tapi ini hanya sekedar untuk berbagi saja. Semoga bermanfaat ..

Beberapa hari setelah menjalani hubungan dengannya aku baru tau kalau dia berbeda keyakinan denganku. Aku dengan tasbihku dan Dia dengan salibnya. Awalnya aku tak begitu memikirkan masalah itu, karena memang awalnya aku hanya sekedar ingin iseng saja dengannya. Tetapi semakin lama semua berubah. Aku semakin menyayanginya dan tidak ingin jauh darinya. Dia pun juga sama sepertiku. Semakin hari kami saling menyayangi dan mencintai hingga tak ingin berpisah. Sehari tidak bertemu saja rasanya seperti sudah berbulan-bulan tidak bertemu. Rindu sekali. Sampai akhirnya ada ketakutan yang muncul karena saling menyayangi itu. Ketakutan terbesar dalam diri kami. Takut kehilangan satu sama lain. Ketakutan itu sering muncul ketika kami menyadari bahwa kami berbeda dan tidak mungkin bisa bersatu. Menyakitkan sekali bahwa orang yang kita cintai ternyata tidak bisa kita miliki di masa depan. Masalah pun sering muncul dan terjadilah pasang surut dalam hubungan kami. Perbedaan yang terus menghantui memicu setiap masalah kecil menjadi tak terkendali. Hingga akhirnya kamipun sering putus nyambung. Memikirkan perbedaan dan dua hati yang saling jatuh cinta itu membuat kepalaku hampir pecah. Pikirku, sia-sia saja apa yang aku lakukan saat ini kalau pada akhirnya aku tak bisa memiliki dia sepenuhnya. Dia pun juga berpikir seperti itu. Namun kami mencoba untuk tetap bertahan dalam sebuah hubungan yang berbeda ini. Kami terus berdoa dan yakin kalau suatu hari semua bisa berubah. Sampai suatu hari ...

Keyakinan itu hancur. Semua impian kami juga hancur. Selama satu setengah tahun kami menjalani hubungan ini, keluarga kami belum tahu kalau kami berbeda keyakinan. Dan pada hari itu ayahku menghancurkan semua impian kami. Ayahku tahu kalau dia berbeda keyakinan denganku. Lalu beliau menyuruhku untuk berpisah dengan dia yang kucinta. Entah berapa pisau yang menghujam jantungku. Sakit sekali rasanya. Apalagi saat itu kami sedang senang-senangnya bersama. Semua impian, harapan dan keyakinan dalam diri kami hancur seketika. Dan entah kenapa aku tidak bisa mempertahankan dirinya saat itu. Aku hanya diam saja saat orang tuaku melarangku berhubungan lagi dengannya. Yang ada dipikiranku hanya ..

Apa salah dua hati yang saling mencinta bersatu ??
Apa yang salah dengan kami ??
Karena kami berbeda lalu kami tidak bisa menyatu ??

Karena kami berbeda lalu dunia seakan menghakimi kami ??
Bagaimana dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika ??
Kalau perbedaan kami saja tidak bisa menyatukan kami ..

Semua terasa menyakitkan karena perbedaan itu. Ketakutan yang selama ini kami takutkan akhirnya terjadi. Kami harus berpisah meskipun kami tidak ingin. Kami harus melupakan meskipun hati menolak. Sejak saat itu semua berubah. Kami hanya berteman dan hanya tetap berteman walaupun hati kami menginginkan lebih. Semua berbeda tidak seperti dulu lagi. Sama seperti perbedaan kami yang tidak pernah sama.


Sekian cerita dari saya. Karena hubungan itu sudah berakhir. Jadi selesai juga cerita bersambung dari saya. Lain kali akan saya ceritakan tentang hubunganku dengannya. Apakah bisa bersatu atau aku dengan yang lain?? Hehehe :)
Terima Kasih ..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar